Suasana di Dongdaemun Design Plaza (DDP) mendadak hening saat lampu menyorot runway untuk ‘2026 F/W Seoul Fashion Week’. Di tengah atmosfer high fashion yang elektrik, satu kehadiran sungguh mencuri perhatian: Choi Jun-hee, putri mendiang aktris kesayangan Choi Jin-sil. Saat ia melangkah pertama kali, penonton bukan hanya melihat seorang model; mereka merasakan reunian mendalam, melihat wajah yang akrab dan terkasih menghiasi panggung.
Kehadirannya membangkitkan kenangan akan status ikonik ibunya sebagai ‘aktris nasional,’ sebuah citra yang seolah tumpang tindih dengan kehadiran putrinya yang mulai bersinar. Lebih dari sekadar fisiknya yang ramping atau cara berjalannya yang profesional, kedalaman emosi yang terpancar dari ekspresi dan pembawaannya yang begitu kuat beresonansi di hati para penonton.
Kemiripannya yang mencolok dengan sang ibu, ditambah aura khasnya, memenuhi runway dengan rasa haru yang palpable hari itu. Kita selami momen-momen menyentuh saat kemiripannya dengan sang ibu memikat hati semua yang hadir.
**Lebih dari Sekadar Angka: Kekuatan ‘Wajah Ibu’**
Choi Jun-hee memukau penonton dengan kehadiran fisiknya yang mencolok, dengan tinggi 170cm dan berat hanya 41kg. Walaupun postur tubuh yang begitu ramping biasanya langsung menarik perhatian, justru kontur wajahnya yang halus yang benar-benar merebut tatapan publik. Begitu ia mulai berjalan, reaksinya seragam: kilas balik yang pedih dari mendiang Choi Jin-sil, melampaui fokus pada bentuk fisiknya.
Senyum mudanya dan tatapan percaya diri, mengingatkan pada karisma ibunya di masa lalu, seolah membawa pengamat kembali ke masa lalu. Tanpa gentar oleh sorotan lampu terang, tatapannya yang langsung menggemakan kepercayaan diri yang sama seperti yang dipancarkan ibunya di masa jayanya. Ini adalah momen yang benar-benar luar biasa di mana kehadiran dan kesannya meninggalkan bekas yang jauh lebih kuat daripada pengukuran fisik mana pun.
**Menanggalkan Kilauan: Pembawaan Profesional**
Mewakili merek desainer ‘Phenomenonciper,’ Choi Jun-hee menampilkan gaya berjalan yang ditandai dengan keanggunan yang bersahaja. Rambut panjangnya yang bergelombang dan ekspresi wajah yang tenang memancarkan daya pikat yang canggih. Tampilannya—jaket crop putih bersih dipadukan dengan celana patchwork slim-fit dan sepatu bot hitam—menciptakan siluet yang bersih dan minimalis.
Gaya berjalannya yang terkendali namun berdampak meningkatkan ketegangan inheren di runway, sebuah penampilan yang menyoroti daya tarik pakaian sambil mempertahankan auranya yang khas. Pertunjukan ini menunjukkan potensinya sebagai model profesional, mampu menguasai panggung sepenuhnya atas kemauannya sendiri, sesaat melampaui label ‘putri seseorang.’
**Menaklukkan Cobaan: Ketahanan Seorang Gadis 22 Tahun**
Kehadirannya yang percaya diri hari ini adalah bukti kekuatan batin dan upaya tekunnya, yang dibangun di atas keberhasilan mengatasi pertempuran pribadi yang signifikan. Sebelumnya, Choi Jun-hee menghadapi tantangan besar karena lupus, yang menyebabkan fluktuasi berat badan drastis. Namun, melalui perawatan medis yang gigih dan disiplin diri yang ketat, ia telah memulihkan kesehatannya dan mencapai fisiknya saat ini yang luar biasa seberat 41kg.
Kilau sejati dari gaya berjalannya berasal dari ketahanan nyata yang ditempa melalui masa-masa sulit ini. Sangat menginspirasi untuk menyaksikan kariernya yang sedang berkembang sebagai influencer, kreator, dan kini, seorang model, memperluas cakrawalanya di usia muda. Penampilannya di runway beresonansi dengan keaslian, bukan sebagai pajangan tubuh kurus, tetapi sebagai narasi kuat tentang merebut kembali kesehatan dan kecantikan melalui tekad murni.
**Dari ‘Putri Aktris Nasional’ Menjadi Bintangnya Sendiri**
Mendiang Choi Jin-sil, yang debut pada tahun 1986 dan meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam perfilman Korea dengan karya-karya seperti ‘Jealousy’ dan ‘Star in My Heart,’ tetap menjadi ikon abadi di hati kami. Pada peringatan 18 tahun kepergiannya, melihat putrinya di runway menawarkan penghiburan bagi kesedihan yang abadi dan menerangi jalan menuju harapan baru. Choi Jun-hee berdiri bukan di bawah bayang-bayang ibunya, tetapi sebagai individu yang mewujudkan diri sendiri yang menguasai momennya sendiri.
Setiap langkah yang diambil Choi Jun-hee di runway itu adalah narasi pedih yang menjalin kenangan berharga dari masa lalu dan pertumbuhan semarak di masa kini. Meskipun kemiripannya dengan sang ibu awalnya menarik perhatian, ia pada akhirnya membuktikan karisma uniknya sendiri. Hello Korea dengan bangga mendukung upaya masa depannya, mengantisipasi dunia yang lebih luas dan beragam kegiatan yang siap ia jelajahi.
Debut runway Choi Jun-hee adalah tribut yang menyentuh, memancarkan kehadiran ikonik mendiang ibunya dengan indah sambil menempa identitasnya sendiri yang berbeda. Perjalanannya dari mengatasi penyakit hingga menguasai panggung mode adalah bukti kuat ketahanan dan penemuan diri.
Sophia Kim, Senior Fashion Editor
































